RESUME ETIKA BISNIS

   Nama   : Yolanda Vebriantika

   NIM      : 01219062

   Prodi    : Manajemen B      


   



  

                                                       ETIKA BISNIS

 Sebelum membicarakan etika bisnis, perlu terlebih dahulu dipaparkan dasar teori etika sebagai latar belakang pembicaraan mengenai etika bisnis agar dapat dipahami makna etika bisnis. Teori etika ini diharapkan dapat membantu para pelaku bisnis dalam mengambil keputusan dan tindakan tertentu dalam kegiatan bisnisnya. Dengan kata lain, kita dapat menilai apakah perilaku bisnis tertentu dapat dibenarkan jika dilihat dari sudut pandang teori etika tertentu.

  1. Asal Kata Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani dengan nama ethos, yang diartikan identik dengan moral atau moralitas. Moral atau moralitas dalam pengertian di sini diterapkan untuk menilai baik atau buruk dan benar atau salah terhadap suatu perbuatan ataupun tindakan yang dilakukan.

Yang dimaksud dengan moral atau moralitas adalah nilai yang dianut atau dipercaya keabsahannya di lingkungan masyarakat. Pemberlakuan moral atau moralitas dalam kehidupan selalu berorientasikan kepada keadilan yang merupakan suatu keseimbangan antara hak dan kewajiban. Komitmen moral merupakan merupakan perwujudan nilai-nilai moral yang meliputi persaudaraan, kejujuran, kerjasama, kasih-sayang, kemurahan hati, tanggung-jawab, loyalitas, disiplin, integritas pribadi/integritas moral, pemberlakuan yang manusiawi. Dalam integritas pribadi setiap orang dituntut untuk mempunyai rasa malu, rasa bersalah, dan rasa menyesal.


Unsur-unsur dalam moralitas menggunakan unsur kultur, unsur adat istiadat, unsur jiwa dan naluri masyarakat. Ukuran yang dipakai dalam etika terdiri dari : norma, agama, nilai positif dan universalitas. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi bisa dipertanggungjawabkan. Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu prinsip utama moralitas.

  1. Pengertian Etika

Pengertian etika sering dikonotasikan dengan istilah tatakrama, sopan-santun, pedoman moral dan norma susila. Etika membahas nilai dan norma moral yang mengatur perilaku manusia baik sebagai individu atau kelompok dan institusi di dalam masyarakat. Sedangkan norma merupakan aturan atau konvensi yang diberlakukan di masyarakat baik secara tersurat atau tersirat (yang bersifat informal dan tradisional).

  1. Tujuan Etika

Tujuan mempelajari etika adalah agar dapat tercipta hubungan harmonis, serasi dan saling menguntungkan di antara kelompok manusia sebagai individu atau kelompok dan atau institusi. Karena acuan etika dalam kehidupan sendiri selalu mengacu kepada norma, moralitas sosial, peraturan undang-undang atau hukum yang berlaku.

  1. Klasifikasi Etika

Klasifikasi Etika dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) kelompok, yang terdiri dari:


  1. Etika Deskriptif, dimana obyek yang dinilai adalah sikap dan perilaku yang sifatnya membudaya.

  2. Etika Normatif, dimana obyek yang dinilai adalah sikap dan perilaku harus sesuai dengan norma dan moralitas berdasarkan acuan umum.

  3. Etika Deontologi, etika yang didorong dengan suatu kewajiban untuk berbuat baik.

  4. Etika Teleologi, etika ini diukur dari tujuan yang dicapai oleh pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya sesuatu yang akan dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Misalnya, tindakan seorang anak yang mencuri demi membayar pengobatan ibunya yang sakit parah akan dinilai secara moral sebagai tindakan baik, terlepas dari kenyataan bahwa secara legal ia bisa dihukum. Sebaliknya, kalau tindakan itu bertujuan jahat, maka tindakan itu pun dinilai jahat.

Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa etika teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan bisa sangat tergantung pada situasi khusus tertentu. Dalam etika muncul dua aliran etika teleologi yang berbeda yaitu:

  1. Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedang bagi yang lain mungkin dinilai tidak baik.


  1. Ulitarianisme yaitu etika yang baik bagi semua pihak. Artinya semua pihak baik yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.



  1. Etika Relatifisme, etika ini tidak berlaku secara global tetapi sesuai dengan adat istiadat lokal, regional, konvensi dan lain- lain. Jelasnya etika ini hanya berlaku bagi kelompok parsial.

  1. Etika Bisnis

Etika Bisnis adalah pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan antara lain: norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan berlaku secara ekonomi dan sosial. Pertimbangan yang diambil pelaku bisnis dalam mencapai tujuannya adalah dengan memperhatikan terhadap kepentingan & fenomena sosial dan budaya masyarakat.


sumber:http://repository.unitri.ac.id/282/1/Buku%20etika%20bisnis%20Budi%20Prihatminingtyas.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 KASUS PELANGGARAN ETIKA SELAMA TAHUN 2021

TUGAS KULIAH